Sabtu, 19 Oktober 2013

Gema : Penyair Tengger

 G E M A .

Lamat-lamat suara radio tua diperdengarkan dari jauh.
Dalam suara serak tersendat, dipaksa menyampai pada sekitar.
Sampaikan lagu tua pula, namun pikat segala insan di tiap masa.

Dendangnya riang, undang tubuh gerak, nuansa sentuh . . .
Sentuh kedalam, dalam sekali, hingga selusup relung-relung hati.
Mengusap dinding-dindingnya sehalus sentuh nuansa kalut.
Hanyutkan pada gelap pekat rimba belantara memendam misteri.
Siapa tahu . . , tak pernah tahu, takkan pernah ada yang tahu.
Dalam hati ini sering berdenyut, kali ini tersentak ingat kembali.

Saat-saat akhir, tak lama selang bertemu, setelah lama sulit bertemu.

Kacau . . , hatiku kacau.
Kisah itu betapa buat aku merasakan penyesalan tiada tara.

Angin kencang menghalau suara radio, walau lagu telah lama berganti.
Tetap saja, aku rasakan penyesalan tiada tara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar