Sabtu, 19 Oktober 2013

PUISI ALAM INDAH TIADA HENTI.: Penyair Tengger

PUISI ALAM INDAH TIADA HENTI.

Ladang kuperluas, padang kukitari.
Bukit-bukit kukunjungi, lembah kujelajah.
Dasar jurang kusapa, sampai pada airterjunnya.
Kubaca puisi-puisinya . . .

Sejauh mana 'ku mengenal, 
tak sejauh puisi alam menghampar.

Sejauh ini saja, telah membuat jalanku terhuyung.
Napas tersengal . , sambung-menyambung tersendat.
Betapa puisi alam indah tiada henti . . .

Kupandang sebelah utara, laut menghampar luas.
Tak banyak puisi-puisinya terbaca.
Kutoleh selatan . . , gunung Semeru tiada henti berpuisi.
Sedikit pula, kemampuan membaca . . .

Maafkan aku sobat, tak banyak bisa kuperbuat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar