Sabtu, 19 Oktober 2013

RATRI:Nung Bonhnm Orang Ponorogo

Nung Bonhnm Orang Ponorogo yang sastrawan

Nung Bonham, lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 12 Maret 1981. Alumnus Fakultas Seni Rupa Istitut Seni Indonesia, Yogyakarta, sekarang bekerja di sebuah PT Swasta di kota Kudus, Jawa Tengah. Hobi seni rupa, musik & sastra.

Pernah menjadi vokalis di The Siement Band di Ponorogo Jawa Timur dan Swaravatu Band di Jogjakarta. Karya-karyanya sebagian tampil di akun Facebook. Sekarang aktif menulis, menggambar, dan melukis. email: nung_sastronegoro@yahoo.com

Berikut karya puisinya

RATRI

agungira yekti den tresnani dhakah titah
na kekepmu ana kang anggung eling
dhakah uga kang supe prenah panembah

semana uga kalawan amba
; estu amba sih mring ndika
sabab mami kuwawi kanthi sayekti
nggarap raos reraosaning bathos
jroning eningmu kang ngemu wisik maewu

o ratri, na kekepira yekti tuwajuh sukengkapti
tumprap kang remen cegah nendra
guna hatur syukur miwah astuti mring Jawata

o ratri, cengkremira estu harsana uga
tumprap kang dhemen ethok -ethok supe
lamun rat menika mung semu sanyatane

Kudus 2009

-berikut terjemahan dalam bahasa Indonesia

MALAM

Keagunganmu nyata dicintai banyak orang
didekapmu ada yang selalu ingat
banyak pula yang lupa arah kiblat

begitu juga denganku
; betapa aku mencintaimu
karena aku bisa dengan khidmat
mengolah rasa rerasanan hatiku
dalam keheninganmu yang simpan ilham beribu

o malam, dipelukmu sungguh nikmatnya
bagi yang suka jaga
untuk ucap syukur dan sembah pada Tuhan

o malam, rengkuhanmu nikmat pula
bagi yang suka berpura lupa
bahwa dunia ini semu belaka
senyata...

PUISIKU III

puisiku, aku tiada benar mengerti
kau bagus, cukup, atau kurang,
konven atau malah picisan

biarlah jika memang demikian
toh setidaknya aku telah berbuat sesuatu
karena aku enggan jadi penikmat melulu

kuakui, aku tiada fasih soal lingustik
apalagi metafora nan pelik lagi cantik
yang barangkali dapat membuatmu lebih menarik

namun, aku ingin terus melahirkanmu
tentunya selaras daya pun seleraku
mengais frasa dan fonis nan manis lagi merdu

Kudus 2009

RUMPAKA ONENG

jroning ening sepining ratri
kang miranti dening jawah
ika rumentah nelesi lemah

asesadhon nta kaloron
saka tebih samya hakaronsih
karahsa asrep rumeseping galih

kalipur sawatara
alur oneng ika nirantra
reridhu manah ndadhu rudhah

o, mangkin rahsa bathin
nandang gering mangunkung
miwah oneng ika kakungkung

Kudus 2009

RUMPAKA ONENG ( translate )

TEMBANG RINDU

dalam hening sepinya malam
yang basah oleh hujan
yang jatuh basahi tanah

berbincang kita berdua
dari jauh saling bermesra
terasa sejuk merasuk hati

terhibur sementara
alur rindu yang tak ada habisnya
goda hati memerah gelisah

o, begini rasa bathin
menderita sakit kasmaran
dan rindu yang terpenjara

POTRET DARI JALANAN

anak-anak kecil dan kumal di perempatan
sontak bergerak ke tengah jalan
tepat saat lampu menyala merah
dengan wajah melas tanganya tengadah

tak hirau resiko yang mengintai
demi perut keselamatanpun terabai
tak di sini tak di sana
pemandangan di prapatan nyaris sama
anak-anak Lazarus terlihat terus
bergerumul digramul lapar dan haus

anak-anak kecil dan kumal di perempatan
terlalu kecil untuk kenal derita
terlalu kecil untuk kenal kerja
terlalu kecil untuk turun ke jalan
bermain dicumbu debu, angin dan hujan,
dicekik terik siang dan dingin malam,
diendus asap dan dengus kendaraan

Kudus 2009

UJUNG RINDU

na ratri ika ening sepi
hwah asrep dene jawah
ika deres nelesi lemah
sedya mami aminursita
arsa raos oneng neng bathos
ika nora punton
nadyan nta kaloron
pun sapatemon asesadhon
samya andum rahsa
ning, meksa oneng nora lina..
duh kanyu ika nana nimna kalbu
sepisan malih reki mami jarwani
oneng niki dereng mari
sasat malah mucuk nggepuk sirah..

UJUNG RINDU

(translate)

di malam yang sepi
dan dingin oleh hujan
yang deras basahi tanah
ingin aku katakan
akan rasa kangen di batin
yang tak berakhir
meski kita berdua
telah jumpa bertukar kata
saling bagi rasa
namun, tetap saja kangen tak sirna
duhai engkau yang dihatiku
sekali lagi kau kuberi tahu
kangen ini belum sembuh
seolah malah memucuk gebuki kepala..

Jakarta, 2009

ROMANTIKA

sering meIintas diingatanku
saat kuremas jarimu sembari mata saling beradu
atau ketika dengan tiba-tiba
kau terkejut oleh dekapku dari belakang
waktu kau asyik membolak-balik buku masakan..
disitu, sebuah mall mewah
yang entah telah memusnah brapa petak sawah dan rumah

sayang, kenangan itu kerap datang
gamblang menayang depan pandang
seolah menatap layar tancap
bikin dadaku ma' tratab-tratab
;teringat kamu..

Kudus 2009
Nung Bonhnm Orang Ponorogo yang sastrawan 

Nung Bonham, lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 12 Maret 1981. Alumnus Fakultas Seni Rupa Istitut Seni Indonesia, Yogyakarta, sekarang bekerja di sebuah PT Swasta di kota Kudus, Jawa Tengah. Hobi seni rupa, musik & sastra.

Pernah menjadi vokalis di The Siement  Band di Ponorogo Jawa  Timur dan Swaravatu Band di Jogjakarta. Karya-karyanya sebagian tampil di akun Facebook. Sekarang aktif menulis, menggambar, dan melukis. email: nung_sastronegoro@yahoo.com

Berikut karya puisinya




RATRI

agungira yekti den tresnani dhakah titah
na kekepmu ana kang anggung eling 
dhakah uga kang supe prenah panembah

semana uga kalawan amba
; estu amba sih mring ndika
sabab mami kuwawi kanthi sayekti
nggarap raos reraosaning bathos
jroning eningmu kang ngemu wisik maewu

o ratri, na kekepira yekti tuwajuh sukengkapti
tumprap kang remen cegah nendra
guna hatur syukur miwah astuti mring Jawata

o ratri, cengkremira estu harsana uga
tumprap kang dhemen ethok -ethok supe
lamun rat menika mung semu sanyatane

Kudus 2009

-berikut terjemahan dalam bahasa Indonesia

MALAM

Keagunganmu nyata dicintai banyak orang
didekapmu ada yang selalu ingat
banyak pula yang lupa arah kiblat

begitu juga denganku
; betapa aku mencintaimu
karena aku bisa dengan khidmat
mengolah rasa rerasanan hatiku
dalam keheninganmu yang simpan ilham beribu

o malam, dipelukmu sungguh nikmatnya
bagi yang suka jaga
untuk ucap syukur dan sembah pada Tuhan

o malam, rengkuhanmu nikmat pula
bagi yang suka berpura lupa
bahwa dunia ini semu belaka
senyata...

PUISIKU III

puisiku, aku tiada benar mengerti
kau bagus, cukup, atau kurang,
konven atau malah picisan

biarlah jika memang demikian
toh setidaknya aku telah berbuat sesuatu
karena aku enggan jadi penikmat melulu

kuakui, aku tiada fasih soal lingustik
apalagi metafora nan pelik lagi cantik
yang barangkali dapat membuatmu lebih menarik

namun, aku ingin terus melahirkanmu
tentunya selaras daya pun seleraku
mengais frasa dan fonis nan manis lagi merdu

Kudus 2009

RUMPAKA ONENG

jroning ening sepining ratri
kang miranti dening jawah
ika rumentah nelesi lemah

asesadhon nta kaloron
saka tebih samya hakaronsih
karahsa asrep rumeseping galih

kalipur sawatara
alur oneng ika nirantra 
reridhu manah ndadhu rudhah

o, mangkin rahsa bathin
nandang gering mangunkung
miwah oneng ika kakungkung

Kudus 2009

RUMPAKA ONENG ( translate )

TEMBANG RINDU

dalam hening sepinya malam
yang basah oleh hujan
yang jatuh basahi tanah

berbincang kita berdua
dari jauh saling bermesra
terasa sejuk merasuk hati

terhibur sementara
alur rindu yang tak ada habisnya
goda hati memerah gelisah

o, begini rasa bathin
menderita sakit kasmaran
dan rindu yang terpenjara

POTRET DARI JALANAN

anak-anak kecil dan kumal di perempatan
sontak bergerak ke tengah jalan 
tepat saat lampu menyala merah
dengan wajah melas tanganya tengadah

tak hirau resiko yang mengintai
demi perut keselamatanpun terabai
tak di sini tak di sana
pemandangan di prapatan nyaris sama
anak-anak Lazarus terlihat terus
bergerumul digramul lapar dan haus

anak-anak kecil dan kumal di perempatan
terlalu kecil untuk kenal derita 
terlalu kecil untuk kenal kerja
terlalu kecil untuk turun ke jalan
bermain dicumbu debu, angin dan hujan,
dicekik terik siang dan dingin malam,
diendus asap dan dengus kendaraan

Kudus 2009

UJUNG RINDU

na ratri ika ening sepi
hwah asrep dene jawah
ika deres nelesi lemah
sedya mami aminursita
arsa raos oneng neng bathos
ika nora punton
nadyan nta kaloron
pun sapatemon asesadhon
samya andum rahsa 
ning, meksa oneng nora lina..
duh kanyu ika nana nimna kalbu
sepisan malih reki mami jarwani
oneng niki dereng mari
sasat malah mucuk nggepuk sirah..

UJUNG RINDU

(translate)

di malam yang sepi
dan dingin oleh hujan
yang deras basahi tanah
ingin aku katakan
akan rasa kangen di batin
yang tak berakhir
meski kita berdua
telah jumpa bertukar kata
saling bagi rasa
namun, tetap saja kangen tak sirna
duhai engkau yang dihatiku
sekali lagi kau kuberi tahu
kangen ini belum sembuh
seolah malah memucuk gebuki kepala..

Jakarta, 2009

ROMANTIKA

sering meIintas diingatanku
saat kuremas jarimu sembari mata saling beradu 
atau ketika dengan tiba-tiba
kau terkejut oleh dekapku dari belakang
waktu kau asyik membolak-balik buku masakan..
disitu, sebuah mall mewah
yang entah telah memusnah brapa petak sawah dan rumah

sayang, kenangan itu kerap datang
gamblang menayang depan pandang
seolah menatap layar tancap
bikin dadaku ma' tratab-tratab
;teringat kamu..

Kudus 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar